Dalam hal ini, PT TAM mendapatkan pelonjakan yang sangat signifikan semenjak adanya insentif pelonggaran PPnBM 0 persen sejak diberlakukan pada awal Maret 2021. Terbukti, PT TAM mencatat ada sekitar 22 ribu transaksi selama 19 hari pemberlakuan insentif PPnBM di Indonesia.
(Baca juga: Banjir Peminat, Toyota GR Yaris Segera Mengaspal di Indonesia)
"Dibanding Bulan Februari dan Januari, SPK di Bulan Maret hingga 19 hari pertama menunjukkan kenaikan yang signifikan, dengan mencapai 22 ribu SPK, yang jika dibandingkan dalam kurun waktu yang sama di Januari dan Februari SPK berada di angka 11 ribu dan 12 ribu dalam lingkup Nasional," terangnya.
Dengan adanya perluasan insentif PPnBM ke pasar kendaraan yang lebih besar, PT TAM berharap adanya pelonjakan yang positif sama seperti yang dialami dengan kendaraan-kendaraan di bawah 1.500 yang sudah berjalan saat ini.
"Harapan nya bisa kasih lebih jauh dorongan positif tidak cuma ke masyarakat di hilir, tapi ke industri hingga ke hulu," tuturnya.
(Amril Amarullah (Okezone))