JAKARTA - Sebagai platform kirim pesan yang sangat populer di Indonesia, WhatsApp kerap menjadi tempat untuk menyebarkan disinformasi atau hoaks.
Pihak WhatsApp pun tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka penyebaran kabar bohong tersebut. Banyak fitur-fitur yang telah disesuaikan dan diperbarui oleh WhatsApp.
Baca Juga: Browser Microsoft Edge Legacy Tidak Bisa Akses WhatsApp Web, Ini Solusinya
WhatsApp APAC Communications Director, Sravanthi Dev menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya adalah membatasi pesan yang diteruskan atau forward, yang hanya bisa dilakukan ke lima akun dalam satu waktu.
Baca Juga: WhatsApp Perkenalkan Fitur Baru 'Read Later', Kapan Meluncur?
Upaya ini, diklaim telah mengurangi jumlah pesan yang diteruskan lebih dari 25%. Kemudian WhatsApp juga membatasi pesan yang terindikasi sering diteruskan hanya kepada satu akun dalam satu waktu, dan diklaim mengurangi jumlah pesan yang sering diteruskan hingga 70%.
"Kami tidak mengizinkan pengiriman pesan secara massal," jelas Sravanthi, saat konferensi pers secara virtual, Kamis (19/11/2020).
Selain itu, lanjut Sravanthi, WhatsApp juga menggunakan machine learning untuk mengidentifikasi dan memblokir akun yang mengirim pesan secara massal. Alhasil, ada 2 juta akun yang diblokir WhatsApp setiap bulannya.