Informasi dan teknologi saat ini sudah masuk ke era disruptif yang sudah berpengaruh besar di seluruh dunia. Inovasi di bidang IT dan energi butuh keterlibatan aktif dari masyarakat yang nantinya akan menciptakan smart people. Hal itu disampaikan oleh Peneliti Pusat Penelitian Informatika LIPI, Risnandar, dalam sebuah webinar, Rabu (11/11/2020).
Menurut Risnandar, masyarakat harus berpartisipasi dalam menumbuhkan inovasi ICT. Fokus areanya bisa terdapat pada smart governance (tata kelola) yang baik. Implementasinya, bisa melalui transformasi digital layanan public. Dengan begitu, masyarakat yang cerdas akan terbentuk.
“Sekarang kalau membeli sesuatu, tidak harus ke pasar, bisa lewat online shop. Tidak perlu lagi ada gudang atau toko. Misalnya ada konsumen yang memesan, kita tinggal meminta kepada produsen dan menyalurkan kepada konsumen,” kata Risnandar.
Hal yang tidak kalah penting, menurut Risnandar, adalah transparansi data. Adanya keterbukaan data memudahkan dalam melakukan inovasi atau penelitian di masa yang akan datang. Inovasi tidak akan lahir tanpa bantuan dari masyarakat itu sendiri. Nantinya, akan membantu menaikkan perekonomian.
“Hambatannya sekarang karena isu kultur. Misalnya, kalau di tempat saya berbelanja itu harus tatap muka, ada serah terima. Sedikit asing dengan transaksi online,” kata Risnandar.