Sementara David Gudis, otolaryngologist di Columbia University Irving Medical Center dan tidak terlibat dalam penelitian itu, mengatakan penemuan kelenjar ini memberikan batas baru yang menarik untuk penelitian telinga, hidung, dan tenggorokan. Kelenjar tersebut terletak di area yang dapat menjadi sumber masalah sinus dan telinga kronis pada anak-anak dan orang dewasa.
Baca juga: 5 Aplikasi yang Efektif Membantu Bekerja dari Rumah
Anak-anak lebih rentan terkena infeksi telinga kronis di area ini. Sedangkan orang dewasa mungkin akan mengalami disfungsi tuba eustachius. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengarah pada intervensi terapeutik baru.
"Saya kira ini sebagai pengingat bahwa hal-hal sederhana seperti anatomi dasar manusia masih menyisakan banyak teka-teki untuk diungkap dan dipecahkan," kata Gudis.
Baca juga: Whatsapp Akan Hadirkan Fitur Baru Face Unlock
(Hantoro)