Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasil Penelitian, Hanya 29% Pengguna Wireless Charger di Dunia

Sindonews , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2020 |16:49 WIB
Hasil Penelitian, Hanya 29% Pengguna <i>Wireless Charger</i> di Dunia
Wireless charger. (Foto: Phone Arena)
A
A
A

Selain itu, pengisian daya nirkabel juga membutuhkan dua buah koil. Koil pertama berada di alat pengisi untuk menginduksi, dan koil kedua berada di ponsel sebagai penerima daya.

Wireless charger. (Foto: Samsung)

Jika kedua koil tersebut tidak sejajar, baterai pada ponsel tidak akan terisi dengan benar. Inilah yang membuat pengisian menjadi lebih lama, dibandingkan mencolokkan ponsel ke listrik dengan kabel.

Mengutip dari Tech Insider, kebanyakan kabel pengisian baterai memiliki daya setidaknya 12 watt. Sementara hampir semua wireless charger hanya memiliki 7,5 sampai 10 watt.

Baca juga: Isu Kesehatan soal Penggunaan Earphone Bluetooth, Ini Tanggapan Samsung 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement