Mulas menerangkan, sisik yang keras dan runcing ini tidak hanya memberikan perlindungan fisik bagi hiu, tetapi juga membuatnya menjadi perenang yang lebih cepat dan gesit.
Dengan tidak adanya dermal denticles, catshark itu kemungkinan merupakan perenang yang lebih lemah dibanding rekan-rekannya. Tetapi itu tampaknya tidak menghentikannya untuk berhasil mengisi perutnya, juga tidak kehilangan giginya.
Baca juga: Kutu Pengisap Darah Hewan Ternak Ditemukan di Amerika
Dalam usus hiu, kata Mulas, para peneliti menemukan 14 jenis makanan, termasuk prasmanan cephalopoda kecil, krustasea, dan ikan bertulang. Sebab, hiu mulut hitam biasanya menelan mangsanya utuh. Sementara mulut hiu abnormal ini tidak membuatnya menjadi predator yang kurang efektif.
Para peneliti menyimpulkan penampilan abnormal hiu tersebut hampir pasti merupakan hasil mutasi genetik. Mutasi ini mungkin sangat alami, atau bisa jadi dipengaruhi paparan polusi kimiawi di dalam air.
Baca juga: Unik, Anak Anjing Laut Ini Tertangkap Kamera "Tertawa Lepas" di Pantai
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik, para peneliti akan kembali ke lokasi di mana catshark abnormal ditangkap, dan mengambil sampel sedimen di dasar laut. Analisis ini harus mengungkapkan apakah ada sesuatu yang berpotensi berbahaya di lingkungan hiu, dan dapat menunjukkan jalan menuju makhluk laut aneh serupa lainnya.
"Mungkin kita akan menemukan hiu berkepala dua, atau ikan Blinky (bermata tiga) 'Simpsons'," kata Mulas penuh harap.
(Hantoro)