PENELITI di RMIT University telah mengembangkan kulit buatan elektronik baru untuk robot. Kulit buatan ini akan beraksi terhadap rasa sakit, seperti kulit asli pada manusia.
Dikutip dari Slashgear, Selasa (8/9/2020), para peneliti mengatakan bahwa perangkat prototipe secara elektronik tersebut dapat meniru cara kulit manusia merasakan sakit. Kulit akan meniru respons umpan balik yang dimiliki manusia.
Baca juga: Pesawat Luar Angkasa China Mendarat di Bumi Setelah 2 Hari Mengorbit
Kemampuan akan bereaksi terhadap sensasi menyakitkan dengan kecepatan yang cepat dapat digunakan saraf saat mengirim sinyal ke otak. Nyeri merupakan metode esensial yang digunakan manusia untuk membantu menghindari kerusakan yang berpotensi menyebabkan kematian.

Sementara kulit buatan ini dapat bereaksi langsung terhadap tekanan, panas, atau dingin saat ambang rasa sakit tercapai. Di samping prototipe penginderaan rasa sakit, tim juga mengembangkan perangkat menggunakan elektronik yang dapat diregangkan untuk merasakan dan merespons perubahan suhu dan tekanan.
Baca juga: Booster Roket Jatuh di Dekat Sekolah Usai Peluncuran Satelit Gaofen 11
Para peneliti juga mengatakan perkembangan ini diharapkan dapat digunakan pada masa depan untuk cangkok kulit non-invasif usai cara tradisional tidak dapat dijalankan atau tidak berhasil.
Kulit buatan menggunakan alat elektronik yang dapat diregangkan yang menggabungkan bahan oksida dengan silikon yang biokompatibel untuk menciptakan alat elektronik yang transparan, tidak dapat dipecahkan, dan dapat dikenakan setipis stiker.