Sementara negara bagian Illinois memiliki aturan hukum yang mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk memiliki peraturan tertulis sebelum mengumpulkan data biometrik, seperti sidik jari, pemindaian wajah dan lain-lain. Ketua Dewan Pengawas Kota San Fransisco Aaron Peskin mengatakan, “Teknologi yang salah mengidentifikasi 28 anggota Kongres Amerika ini dapat benar-benar disalahgunakan oleh pemerintah.”
Pemerintahan di seluruh dunia telah mulai menggunakan teknologi ini. Australia menanamkan investasi dalam pengarsipan biometrik wajah yang disebut “The Capability.” Di Inggris, ada zona-zona pengenalan wajah. China juga menggunakan teknologi ini untuk memonitor hampir semua hal, meskipun pekerjaan tidak terlalu penting seperti pembagian jatah kertas tissue di toilet-toilet umum.
Anda tentu belum lupa dengan kemampuan Apple untuk membuka informasi yang ada dalam iPhone terbaru.
Sebagian orang, seperti Bruce Hanson, CEO dan pendiri Creedence ID, yang mengelola perusahaan yang menggunakan biometrik guna mengenali seseorang, mengatakan teknologi ini tidak akan hilang begitu saja. “Tentu saja perlu dikaji soal bagaimana penggunaan praktik pengenalan wajah ini. Tetapi menghapus teknologi biometrik, ini seperti menghapus internet karena juga dapat digunakan untuk hal-hal buruk.”
Mungkin teknologi pengenalan wajah bisa tetap digunakan, tetapi seiring dengan mundurnya sejumlah perusahaan teknologi raksasa, maka kini para anggota Kongres yang harus bertanggungjawab dan mengawasi penggunaan teknologi ini di Amerika.
(Ahmad Luthfi)