Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Asteroid Picu Musim Dingin Terparah 800 Juta Tahun Lalu

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Sabtu, 25 Juli 2020 |17:07 WIB
Hujan Asteroid Picu Musim Dingin Terparah 800 Juta Tahun Lalu
(Foto: IST)
A
A
A

OSAKA - Hujan asteroid memicu munculnya musim dingin terparah di Bumi. Dikutip Sindonews, fenomena ini diyakini terjadi sekitar 800 juta tahun yang lalu, ketika hujan asteroid raksasa menghantam Bumi dan Bulan.

Peneliti meyakini, hujan asteroid berupa batu-batu angkasa saat itu, ukurannya jauh lebih besar dibandingkan ukuran asteroid yang memusnahkan dinosaurus sekitar 66 juta tahun lalu.

Selain itu, hujan asteroid ini juga lebih besar dibandingkan hujan meteoroid pada 470 juta tahun lalu, yang memicu menurunnya ketinggian air laut dan konon menjadi pondasi munculnya keragaman kehidupan di Bumi.

 
Baca juga: 5 Aplikasi Bisa Kembalikan Data yang Terhapus di Android

Peristiwa ini sejatinya baru diketahui dalam studi terbaru. Hujan asteroid itu melibatkan massa total mencapai 30 hingga 60 kali lebih besar, dibandingkan asteroid yang menghantam Bumi dan menyebabkan kawah Chicxulub di Meksiko.

“Tidak heran jika hujan asteroid 800 juta tahun yang lalu mungkin memicu zaman es, karena massa totalnya 10-100 kali lebih besar daripada efek hantaman di Chicxulub dan atau hujan meteoroid 470 juta tahun yang lalu," kata Kentaro Terada, penulis utama studi dan dosen di Universitas Osaka.

Peristiwa ini terjadi sebelum zaman Cryogenion, artinya antara 635 dan 720 juta tahun yang lalu, ketika Bumi masih diselimuti gurun es. Zaman itu terjadi banyak perubahan lingkungan dan biologis.

Terada dan tim peneliti lain memperkirakan hujan asteroid tersebut menyebarkan 100 miliar ton fosfor di Bumi, 10 kali lebih banyak dari fosfor yang saat ini ada di lautan.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement