JAKARTA- Pandemi virus corona (COVID-19) tengah melanda dunia. Hingga saat ini virus telah menyebar ke 155 negara dan menginfeksi lebih dari 180 ribu pasien. Beberapa negara pun menerapkan lock down atau menutup seluruh akses wilayah sebagai upaya untuk mengurangi angka kasus. Seperti yang dilakukan di China dan Italia.
Ditengah lock down tersebut, satelit antariksa telah menangkap bahwa polusi udara di China dan Italia berkurang. Pasalnya saat lock down aktivitas juga berkurang.
Dilansir dari laman Live Science, Selasa (17/3/2020) sebuah gambar peta yang ditangkap oleh satelit Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika (NASA) menunjukkan penurunan tajam polusi udara di China antara awal Januari dan akhir Februari.
Menurut pernyataan dari NASA Earth Observatory terdapat penurunan substansial dalam konsentrasi nitrogen dioksida (NO2) polusi sejak Januari. NO2 adalah zat berbahaya yang dipancarkan oleh kendaraan gas, pembangkit listrik dan mesin lain yang membakar bahan bakar fosil. Penurunan itu kemungkinan terkait dengan perlambatan ekonomi dan pembatasan perjalanan di China sejak virus itu menyebar.
Polusi udara di beberapa wilayah Italia juga secara dramatis menurun ketika seluruh negara dikarantina dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona. Data yang diperoleh dari satelit Badan Antariksa Eropa (ESA) menunjukkan tingkat NO2 telah berkurang tajam di Italia utara, wilayah di pusat episeksi infeksi COVID-19 di negara itu.
7 day running average of NO₂ (air pollutant) levels in Europe in 2020. For example in North #Italy the pollution levels have clearly decreased. OMI satellite data. #COVIDー19 #CoronaVirus #covid19 #airquality pic.twitter.com/RX9uizaGMP
— Antti Lipponen (@anttilip) March 11, 2020
(Amril Amarullah (Okezone))