JAKARTA- Apple menutup seluruh toko ritelnya di luar China hingga 27 Maret 2020. CEO Apple, Tim Cook mengatakan kebijakan tersebut dilakukan dalam upaya untuk memperlambat penyebaran pandemi virus korona (COVID-19).
Cook menambahkan langkah tersebut cukup efektif diterapkan di China. Angka kasus COVID-19 di China memang berkurang dalam beberapa waktu terakhir. Raksasa teknologi Amerika tersebut juga mulai membuka kembali toko ritelnya di China pada pertengahan Februari 2020.
"Salah satu pelajaran itu adalah bahwa cara paling efektif untuk meminimalkan risiko penularan virus adalah dengan mengurangi kepadatan dan memaksimalkan jarak sosial," kata Cook, seperti dilansir dari laman Japan Today, Minggu (15/3/2020).
Meskipun demikian, Apple masih membuka jalur pelayanan pelanggan melalui toko online Apple. Cook juga mengatakan pekerja per jam akan terus dibayar seperti biasa.
"Staf kantor di luar China akan bekerja dari jarak jauh jika memungkinkan," kata Cook.
Perusahaan yang berbasis di California ini memiliki sekitar 500 toko di 24 negara di seluruh dunia. Hingga saat ini, sudah ada 142 negara yang terkena kasus COVID-19. Kemudian, terdapat 156.169 pasien yang terinfeksi di seluruh dunia, 5.833 pasien meninggal, dan 73.964 pasien sembuh.
(Amril Amarullah (Okezone))