Sistem kelistrikan mobil, biasa disebut dengan nama electronic control unit (ECU). Biasanya bagian ini ada di 2 lokasi, yakni kabin atau ruang mesin. Ketika Anda memutuskan menerjang banjir, pastikan terlebih dulu posisi ECU lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan air. Dengan begitu, risiko terjadinya korsleting akibat komponen listrik yang terkena air bisa ditekan.
Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan komponen listrik lainnya seperti alternator, soket, sekring, injektor, kabel, serta relay. Biasanya, komponen-komponen tersebut memang telah dilengkapi perlindungan agar terhindari dari air. Namun, Anda harus memastikan langsung kondisi komponen listrik tersebut baik-baik saja setelah banjir.
Di bagian mesin, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan pada beberapa komponen. Pada radiator, pastikan tak ada kotoran yang menempel. Kompresor AC juga harus diperiksa, apalagi biasanya penempatannya di area yang cukup rendah. Sebagai langkah antisipasi, sebaiknya hindari menyalakan AC mobil kalau sebelumnya knalpot pernah kemasukan air.
Selanjutnya, ketika mobil terendam banjir, Anda perlu mengganti saringan udara. Kalau bagian ini tak berjalan dengan baik, bisa berdampak langsung pada mesin. Kopling juga jangan terlewatkan. Banjir kerap membuat kopling terasa berat saat digerakkan, karena ada tumpukan karat yang menghambat pergerakan.
(Gabriel Abdi Susanto)