JAKARTA - Microsoft, Amazon, Google, Facebook dan beberapa perusahaan raksasa teknologi lainnya telah menutup kantornya di China akibat wabah virus korona.
Langkah ini diambil oleh perusahaan teknologi demi melindungi karyawannya dari infeksi virus korona, seperti dikutip BBC.
"Karena sangat berhati-hati, kami membatasi perjalanan bisnis ke dan dari China sampai pemberitahuan lebih lanjut dan mendorong karyawan kami untuk mengikuti pedoman kesehatan dan keselamatan yang disediakan oleh lembaga kesehatan internasional," kata seorang juru bicara Amazon mengatakan kepada BBC.
Amazon dan perusahaan global lainnya telah mengumumkan penutupan operasinya di China. Perusahaan-perusahaan berupaya mencegah penyebaran virus mematikan itu agar tidak meluas.
Google sementara menutup semua kantornya di China, Hong Kong, dan Taiwan akibat dari wabah ini.

Perusahaan-perusahaan global juga menasehati staf luar negeri untuk tidak mengunjungi China. Para karyawan di China juga diminta untuk bekerja dari rumah atau memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek mereka.
Pada awal pekan ini, Facebook menjadi perusahaan besar AS pertama yang memberi tahu staf agar tidak bepergian ke China. Sementara itu, General Motors telah mengumumkan akan memperpanjang penutupan pabrik liburan Tahun Baru Imlek.
Pada hari Rabu, Toyota mengumumkan bahwa pabrik produksinya di China akan tetap ditutup hingga 9 Februari. Beberapa perusahaan mobil internasional lain yang beroperasi di China juga mengambil tindakan untuk membawa para stafnya kembali ke negara asalnya.
(Ahmad Luthfi)