JAKARTA - Faktor kelalaian pengemudi ikut mengambil peran dalam terjadinya kecelakaan truk dengan kondisi kelebihan muatan dan dimensi (ODOL). Salah satunya ketika pengendara melajukan kendaraan dalam kondisi transmisi netral, demi menghemat konsumsi bahan bakar.
Pengemudi kerap menganggap enteng pengaruh muatan, terhadap kekuatan komponen kendaraan angkutan besar yang dikendarainya. Padahal, kinerja perangkat komponen seperti rem sudah disesuaikan oleh produsen, dengan daya angkut maksimal kendaraan yang dianjurkan.

Temuan terkait kebiasaan buruk pengemudi tersebut, disampaikan oleh Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu. "Muatan yang melebihi batas maksimal mengakibatkan kemampuan antisipasi komponen pada gaya beban menjadi menurun bahkan hilang," ujarnya kepada Okezone melalui pesan singkat.
Jusri menyebut kebiasaan pengemudi melajukan truknya dengan transmisi netral ini, umum ditemukan pada kondisi jalan yang menurun. Kondisi transmisi netral ikut menghilangkan fungsi engine brake atau pengereman dengan tenaga mesin, yang sebenarnya membantu deselerasi kendaraan.