Mengacu pada keluhan yang disampaikan dalam petisi tersebut, potensi terjadinya recall mencapai 500 ribu unit. Kebanyakan keluhan yang disampaikan, berkaitan dengan adanya akselerasi tak diinginkan ketika sedang melakukan manuver parkir dalam kondisi sistem driver assistance aktif.
Keberadaan sistem kemudi otonom Autopilot dan Driver Assistance sendiri diduga menjadi penyebab dari sederet insiden ini. Terlepas dari petisi tersebut, NHTSA disebut sudah atau sedang mempelajari secara mendalam sebanyak 14 kasus insiden serius terkait operasional mobil listrik Tesla.

NHTSA sendiri sudah membentuk tim, untuk meninjau kasus kecelakaan melibatkan mobil listrik Tesla. Kasus terbaru terjadi pada 29 Desember 2019, ketika sebuah Tesla Model 3 menabrak sebuah truk pemadam kebakaran dan menewaskan seorang penumpang di Indiana, Amerika Serikat.
(Mufrod)