Ia juga menambahkan bahwasannya jika pada saat menerjang banjir pastikan jaga kecepatan mobil agar tetap stabil, lalu pindahkan transmisi di gigi rendah, dan jalankan mobil di putaran mesin 2.000 rpm. Hal ini tentunya bertujuan agar air pada banjir tersebut tidak masuk ke ruang mesin yang mengakibatkan mobil menjadi mogok.
Jika pengendara tersebut berhasil melewati banjir, sebaiknya mobil tidak dijalankan pada kecepatan tinggi terlebih dahulu dan lakukan pengereman sambil berjalan.

“Hal ini berfungsi untuk mengembalikan fungsi rem secara normal. Karena setelah menerobos banjir biasanya terdapat air yang menempel dan air tersebut yang mengganggu kinerja dari rem,” ujar Hermas Efendi Prabowo.
Jika para pengendara main asal terobos tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu, tentunya mobil tersebut mempunyai dampak yang serius dan bisa saja mesin menjadi rusak berat karena air masuk pada bagian yang vital.
(Mufrod)