JAKARTA - Kondisi banjir akibat hujan deras secara kontinu turut berdampak pada kondisi mobil milik warga di beberapa wilayah. Pemilik kendaraan dengan jarak sasis cukup tinggi dengan permukaan tanah (ground clearance) sebaiknya memindahkan mobilnya menuju lokasi lebih aman, sebelum genangan air memasuki kabin atau ruang mesin.
Sementara pendekatan berbeda bisa dilakukan pemilik kendaraan pribadi, yang mobilnya terendam genangan air dalam waktu cukup lama. Terdapat langkah bagi pemilik mobil seusai kendaraannya terendam banjir, setidaknya untuk mengantisipasi efek lanjutan dari masuknya air ke dalam mobil.
1. Jangan menyalakan kendaraan segera setelah air surut
Setelah terendam banjir, kadar air yang masuk dalam ruang mesin mobil dapat menyebabkan kerusakan. "Gejala kerusakan akibat water hammer dapat muncul ketika air yang masuk ke ruang bakar terkompresi menggantikan udara, sehingga berakibat setang piston bengkok," kata Anjar Rosjadi, Technical Service Division Head Astra Daihatsu Motor (ADM).

2. Cabut saluran kabel aki dan kelistrikan
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh pemilik adalah mencabut fasilitas kelistrikan pada mobil. Yakni, dengan mencabut seluruh kabel sambungan aki sebagai sumber daya listrik utama kendaraan baik sambungan negatif ataupun positif. Langkah ini bisa menghindari korslet serta aliran lisrik yang bisa merusak kompnen lain.