JAKARTA - Masifnya pembangunan infrastruktur yang cukup merata di beberapa wilayah, membuat kemudahan bagi pengemudi yang akan menuju ke berbagai wilayah di Jawa Tengah maupun sekitarnya. Namun jalan aspal yang mulus dirasakan langsung Okezone saat melintas di wilayah Ngawi-Solo.
Jalan aspal yang mulus namun tak dilengakapi penerangan saat melintas malam hari menjadi pengalaman dan masalah serius bagi pengemudi yang tak hapal lajur wilayah tersebut. Kondisi tersebut sangat berisiko besar terjadinya kecelakaan.

Terlebih jalur Ngawi-Solo, tidak terdapat pembatas jalan diantara dua lajur. Karenanya berkendara di tengah minimnya penerangan menurut pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, dibutuhkan konsentrasi tinggi bagi pengemudi untuk mengemudikan kendaraan agar tidak terjadi risiko kecelakaan.

Menjaga jarak aman antar kendaraan juga menjadi hal yang wajib bagi pengemudi yang melintasi wilayah tersebut. Dalam kondisi penerangan yang minim untuk mengukur jarak aman antar kendaraan yakni dengan sistem penerangan lampu dengan kendaraan di depannya.
"Hal tersebut dilakukan berdasar kalkulasi jarak pandang dari lampu utama kendaraan sehingga kita masih bisa memiliki jarak pengereman secara optimal," ujar Jusri menambahkan.
Kondisi komponen kendaraan yang baik juga mendukung pengemudi dalam membawa mobil atau motornya melewati jalanan dengan kondisi minim pencahayaan. Tidak hanya itu, reflektor hingga lampu belakang yang masih berfungsi maksimal dapat menjadi indikator penting bagi pengendara lain di jalanan.

Pengendara juga wajib mengendalikan emosi ketika mengemudikan kendaraannya dalam situasi pencahayaanjalan yang terbilang minim. "Mengontrol emosi saat berkendara menjadi penting. Pasalnya sebagian besar kecelakaan lalu lintas diakibatkan oleh kesalahan pengambilan keputusan oleh pengendara di jalan raya," kata Jusri menjelaskan.
(Mufrod)