Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PP IPTEK Gelar Pengamatan Gerhana Matahari Cincin di TMII

Muhamad Rizky , Jurnalis-Kamis, 26 Desember 2019 |17:03 WIB
PP IPTEK Gelar Pengamatan Gerhana Matahari Cincin di TMII
(Foto: Muhammad Rizky/Okezone)
A
A
A

Contohnya Gerhana Matahari Total (GMT) yang pernah terjadi pada 9 Maret 2016 yang hanya melintas dan dapat dilihat di Palembang, Bangka, Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, Halmahera.

Untuk GMC sendiri sambungnya, terjadi ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari, namun piringan bulan lebih kecil dari piringan matahari sehingga piringan matahari tidak tertutup dengan sempurna.

"Hal inilah yang menyebabkan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggirnya," katanya.

 Pusat Peragaan (PP) IPTEK mengadakan pengamatan fenomena alam, Gerhana Matahari Cincin (GMC).

Sri mengatakan fenomena GMC ini hanya melewati sebagian wilayah Indonesia seperti, Padang Sidempuan, Duri, Batam, Siak, Karimunbesar, Tanjung Batu, Bintan, Tanjung Pinang, Singkawang, Pemangkas dan Sambas.

Sementara wilayah lainnya hanya sebagian atau tidak utuh membentuk cincin, salah satunya di Jakarta. "Di Jakarta piringan matahari mencapai 72 persen dengan puncak gerhana yang terjadi sekitar pukul 12.36 WIB," terangnya.

Sri menambahkan, pengamatan gerhana sendiri tidak disarankan untuk melihat langsung dengan mata telanjang, melainkan diperlukan alat bantu agar bisa melihat fenomena alam tersebut dengan baik.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement