JAKARTA - Kemacetan yang dialami banyak pengemudi yang melintas di tol layang Jakarta-Cikampek (Japek) pada Sabtu (21/12/2019) tak lepas dari jelang musim libur akhir tahun. Meski demikian, salah satu pengguna tol Japek, Agam yang dikenal dengan sebutan bang koboi menjadi salah satu dari ratusan pengemudi yang terjebak di tol yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi.
Dari perjalanan yang diungkapkan Agam, saat memasuki tol Japek bayangan mendapatkan perjalanan yang lancar dan cepat merupakan hal yang awalnya diinginkan. Namun volume kendaraan yang tinggi membuat banyak pengemudi mobil yang harus merasakan kemacetan cukup panjang bahkan hingga dua jam untuk bisa mencapai wilayah Karawang.
Kontur jalan tol layang yang bergelombang turut diamini Agam yang merasakan langsung tol yang dirancang untuk mengurai kemacetan di jalur Jakarta-Cikampek tersebut. Namun dirinya tak merasakan langsung sensasi jalan bergelombang karena terjebak dalam kemacetan tersebut.

Selama perjalanan di tol layang, banyak pengemudi yang mengalami masalah teknis yang harus menepi dipinggir tol layang. Tentu hal ini dinilai cukup mengganggu jalur kendaraan lain yang tengah berjibaku dalam kemacetan.
"Ada sekitar tiga mobil yang mengalami masalah teknis di tol layang, ada satu mobil yang telah ditangani petugas. Dengan kondisi tol layang seperti ini evakuasi mobil tentu berjalan lama karena petugas yang diterjunkan membantu berasal dari gerbang tol Cikunir," ungkap Agam saat dihubungi Okezone, Sabtu (21/12/2019) malam.
Karenanya bagi setiap pengemudi yang ingin melintasi tol layang japek, ada baiknya memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Selain itu diperlukan kesiapan bahan bakar pada kondisi penuh.
Tak adanya rest area juga menjadi catatan bagi pengemudi, dimana pengemudi juga harus mempersiapkan diri menempuh jarak 36 kilometer tanpa adanya tempat istirahat yang biasa digunakan banyak pengemudi yang membutuhkan toilet. Dalam kondisi macet yang terjadi, tak jarang ada beberapa pengemudi yang nekat berhenti di bahu jalan untuk buang air kecil di atas tol layang Japek.

"Ada beberapa pengemudi yang terjebak macet, harus berhenti di bahu jalan untuk buang air kecil karena jarak menuju rest area terbilang cukup jauh. Hal ini juga perlu diantisipasi pengemudi lain," ujar Agam.
(Mufrod)