JAKARTA- Teknologi diharapkan dapat meningkatkan perekonomian jika dimanfaatkan dengan baik, bahkan sampai ke daerah-daerah. Seperti platform e-commerce Aruna, yang merupakan market place perikanan yang menyaring nelayan-nelayan lokal sebagai mitranya.
Khususnya nelayan di wilayah tertinggal, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat, Sumatera Barat, dan Aceh.
Menurut CEO Aruna, Farid Naufal Aslam nelayan bahkan saat ini bisa mendapatkan akses pasar global.
"Melalui kemajuan teknologi informasi, maka para nelayan dari seluruh wilayah Indonesia yang menjadi mitra kami dapat mengakses pasar global," kata Farid dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kemkominfo Jakarta, Kamis (31/10/2019).
Berdiri sejak 2016, Aruna bermitra dengan 5.073 nelayan di 17 Provinsi Indonesia. Pendanaan Aruna saat ini masih berasal dari para investor dalam negeri.