Ia menambahkan bahwa pasar yang paling besar adalah China dan Amerika Serikat. "Bahkan karena permintaan pasar begitu besar sehingga kami belum sanggup memenuhinya. Perang dagang antara dua negara besar tersebut, China dan AS justru menguntungkan kami. Sebab permintaan untuk memenuhi pasokan produk perikanan beralih ke Indonesia," tambahnya.
Farid mengakui, meskipun e-commerce Aruna saat ini masih terbatas hanya beberapa mitranya, permintaan sumber daya kelautan, seperti ikan dan kepiting melimpah ruah.
Baca Juga: E-commerce Perikanan Aruna Dilirik Investor Luar Negeri
Baca Juga: Electronic Arts Siapkan Game Olahraga Baru, Rilis di PS5?
(Ahmad Luthfi)