JAKARTA - Rudiantara telah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) selama lima tahun. Ia telah membantu kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla yang sebentar lagi akan berakhir.
Seperti diketahui, Presiden dan Wakil Presiden baru Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober 2019.
Rudiantara mengungkapkan bahwa selama menjadi menteri banyak rasa senangnya dibanding duka.
"Alhamdulillah Palapa Ring sudah selesai dan Unicorn kita sudah lima, salah satu bahkan sudah decacorn. Saya berharap hingga akhir tahun ada satu lagi. Saya senang bekerja membantu presiden. Kalau membantu orang lain senang saya juga senang," kata Rudiantara saat ditemui di Rumah Dinas, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).
Rudiantara juga mengungkapkan salah satu hal terberat selama menjabat menjadi Menkominfo, yakni saat adanya pembatasan internet pada Mei lalu. Seperti diketahui Pemerintah telah menerapkan pembatasan media sosial saat aksi 22 Mei yang menolak hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca juga: Kabinet Kerja Jokowi-Jk Segera Berakhir, Ini Pesan Menkominfo Rudiantara
Hal tersebut dikatakan untuk meredam berita negatif dan hoaks. "Di satu pihak saya menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan kebebasan bermedia. Tapi di satu pihak juga ada kepentingan yang lebih besar yaitu national security (keamanan nasional) dan berat memutuskannya," ungkap Rudiantara.
Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut malah mendapatkan apresiasi dari pihak luar negeri.
"Saya diundang ke Inggris untuk menyampaikan apa yang terjadi pada bulan Mei. Karena dianggap Indonesia dapat menyeimbangkan kebebasan berekspresi dan keamanan nasional. Di sana di London saya presentasi mengenai itu. Berat tapi jernih payahnya diapresiasi oleh luar negeri," kata Rudiantara.

Baca juga: Tiga Kementerian Resmi Tanda Tangani Peraturan IMEI Ponsel
Rudiantara juga berpesan untuk Menkominfo selanjutnya bahwa Indonesia harus tetap fokus dengan infrastruktur.
"Kita punya Palapa Ring dan satelit nanti di 2022 tapi masih kurang masih jauh. Kita belanja ICT-nya sedikit dibandingkan negara tetangga. Tetap fokus membangun infrastruktur dan jaga kondusitifitas ekonomi digital, harus lebih banyak peraturan (peraturan tidak penting) yang dibunuh," imbuh Rudiantara.
Untuk rencana ke depan, Rudiantara mengungkapkan bahwa dirinya akan fokus mengurus masjid dan kembali swasta. Saat ditanya apakah dirinya akan kembali duduk di Pemerintah, Rudiantara tidak menjawab pertanyaan tersebut.
(Angelina M Donna Ariyanti)