JAKARTA - Peluang bagi masyarakat untuk memperoleh unit mobil listrik dengan harga terjangkau cukup terbuka. Hal tersebut didukung dengan adanya wacana skema pajak yang menguntungkan dalam regulasi elektrifikasi kendaraan, yang sedang dikaji pemerintah.
Selain dimaksudkan untuk mendorong industri otomotif lokal untuk berkembang dan memproduksi kendaraan listrik, skema pajak nanti membuat Indonesia menjadi pasar penjualan kendaraan dari negara lain. Terutama yang didatangkan secara impor penuh (CBU).

Sederet opsi datang terutama dengan sejumlah varian keluaran produsen mobil listrik dari Tiongkok. Dengan harga asal yang berkisar dari Rp157 juta hingga Rp190 juta, bukan tidak mungkin kehadiran mereka akan memberi persaingan ketat dengan model kendaraan konvensional.
Setidaknya dalam penelusuran Okezone Otomotif terhadap perkiraan harga mobil listrik di Tiongkok, terdapat tiga tipe kendaraan listrik dengan rentang harga terjangkau. Dengan memiliki fitur atau jarak tempuh yang cukup memadai
Changan Benni Mini E
Tipe ini merupakan variasi lebih kecil dari hatchback Changan Benni. Perbedaannya terletak pada ukuran kapasitas motor lebih kecil yakni 30 kW dan jangkauan jarak tempuh kendaraan ini yang tidak lebih dari 150 km.

Kendaraan yang hanya memiliki daya baterai sebesar 24 kWh tersebut memiliki kecepatan tertinggi hingga 100 km/jam. Di negara asalnya, model Changan Benni Mini E, yang rilis pada 2018, dibanderol sekitar Rp157 juta.