Jika jaringan internet kecepatan tinggi tuntas terbangun, Pemerintah harusmemberi insentif kepada yang cara baru ini, kepada startup agar bisa mengembangkan aplikasi yang bisa mendukung ekonomi digital.
"Di ASEAN kita negara yang tidak memberikan insentif kepada startup dalam artian site capital. Brunei, Singapura, itu memberi insentif, memberikan site capital. Kalau dia startup Brunei, dia diberi berapa ribu atau berapa belas ribu dollar ringgit," tuturnya.
Kendala pelaksanaan di Indonesia, menurut Menteri Kominfo tidak bisa dilakukan karena pemerintah merupakan site capital serta succesful rate startup cuma 5%. "Dari awal saya sudah minta. Tapi kalay dia (startup) nanti kalau tidak jadi, itu uang hilang siapa yang tanggung jawab?Itu kan berarti uang hilang, jangan-jangan ini merugikan negara, nanti urusannya lagi hukum, gitu loh. Nah ini yang tidak ada tapi harus kita berikan kepada mereka, insentif insentif insentif," ungkapnya.