Apa yang Harus Dilakukan?
Damar juga mengungkapkan jika kunci untuk terhindar dari pencurian data pribadi yakni kuncinya adalah kewaspadaan. Di balik semua hal yang trending di media sosial, lanjut Damar pengguna juga harus tetap hati-hati jika ada permintaan akses saat menginstal aplikasi atau bermain game.
"Jangan berikan akses ke hal-hal yang sifatnya pribadi dan rahasia yang ada di smartphone kita. Berikan akses hanya yang berkaitan saja untuk kepentingan aplikasi tersebut. Kalau nantinya sudah bosan dengan aplikasi tersebut, langsung saja di-uninstal. Atau sedari sekarang semisal khawatir aplikasi tersebut sudah terlanjur mengambil informasi diri tanpa diketahui, langsung saja di-uninstal dan dihapus dari smartphone kita," jelas dia.

Baca Juga: Viral, FaceApp Challenge Bikin Wajah Terlihat Lebih Tua
Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi
Lebih lanjut Damar juga mengungkapkan jika saat ini Pemerintah sedang membahas Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi. Adapun, draft rancangan tersebut terakhir disusun bulan April 2019.
Meskipun demikian, draft tersebut lebih banyak mengacu pada data pribadi dalam konteks komoditi (ekonomi).
"Saya merasa sebaiknya perlindungan data pribadi juga banyak berfokus pada sisi keamanan bagi seseorang dalam mengakses internet. Mengapa demikian? Karena data pribadi ini sebenarnya terkait dengan jati diri seseorang, sehingga aspek kemanusiaan yang virtual itu harus juga dilindungi," jelas Damar.
(Ahmad Luthfi)