JAKARTA- Badan Eksplorasi Ruang Angkasa Jepang, JAXA telah mengkonfirmasi jika pesawat ruang angkasa miliknya Hayabusa2 telah berhasil mengebom asteroid awal bulan ini.
Dilansir dari laman New Atlas, Selasa (29/4/2019) hal tersebut dikonfirmasi oleh JAXA setelah pihaknya membandingkan foto sebelum dan sesudah gambar-gambar dari situs dampak yang diambil dari asteroid Ryugu oleh kamera Navigasi pesawat teleskopik (ONC-T).
Badan antariksa menentukan bahwa perangkat SCI (Small Carry-on Impactor) meledakkan dampak, lalu menciptakan sebuah kawah buatan. Pada tanggal 5 April 2019, Hayabusa2 mengerahkan SCI, yang merupakan penabrak yang dilengkapi dengan bahan peledak plastik yang dibentuk menjadi kerucut dan dilapisi dengan 2 kg (4,4-lb) tembaga.
Prinsip dibaliknya sama dengan granat roket penindik. Ketika SCI ditembakkan ke permukaan, muatan meledak dan tembaga berubah menjadi siput cair yang meledak membuka kawah di asteroid, memperlihatkan bahan terkubur yang telah dilindungi dari sinar matahari dan merusak radiasi selama miliaran tahun.
Masalahnya adalah bahwa tidak aman bagi Hayabusa2 untuk tetap berada di sekitarnya karena bahaya puing-puing meledak dari Ryugu. Jadi, demi keselamatan, wahana mundur ke bawah asteroid dan tidak terlihat. Namun, kamera yang bisa digunakan, DCAM3, memang merekam gumpalan kerikil di dekat zona benturan.