JAKARTA - Kejadian tersambar petir gara-gara bermain ponsel terjadi lagi. Terkini, salah satu pelajar di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi, Komaini (16) bahkan harus dilarikan ke puskesmas terdekat karena mengalami luka bakar yang cukup serius.
Komaini tidak sendiri, ia bersama Semih (16) dan Madi 16) juga dikabarkan tersambar petir saat bermain ponsel di teras rumah Komaini.
Melihat anaknya tersambar petir, orangtua Komaini langsung membawa korban ke Puskesmas Tabir. Karena kondisi anaknya sangat parah, orangtua korban langsung merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Kolonel Abunjani Bangko.
Dua korban lainnya hanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.
Orangtua korban saat dikonfirmasi mengatakan, anaknya sempat mencoba mematikan jaringan internet di HP-nya, namun petir lebih dulu menyambar.
Kejadian tersambar petir gara-gara bermain ponsel sebelumnya pernah terjadi pada Desember 2018. Bocah perempuan bernama Salsabila Ayu Putri (6), tewas tersambar petir saat memainkan handphone di dalam rumahnya di Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Setelah sambaran petir itu, korban langsung jatuh tertelungkup di lantai. Sementara tangan kanan korban masih menggenggam handphone dalam posisi menempel dengan pipi sebelah kanan.

Baca juga: 7 Tips Menghindari Sambaran Petir saat Musim Hujan