JAKARTA - Aplikasi WeChat dimanfaatkan untuk mengetahui keberadaan 'deadbeat debtors' atau debitur yang lalai dalam membayar hutang. WeChat yang populer di China menerapkan apa yang disebut sebagai program mini 'Deadbeat Map'.
Dilansir Cnet, Kamis (24/1/2019), Pengadilan Tinggi Rakyat Hebei meluncurkan program mini baru di WeChat minggu lalu yang memungkinkan pengguna melihat apakah seorang debitur yang terdaftar dalam daftar hitam kredit negara berada dalam jarak 500 meter dari lokasi mereka.
Deadbeat Map memberitahu pengguna ketika seorang debitur berada di dekat mereka. Pengguna akan dapat melihat informasi pribadi debitur, termasuk nama, nomor identifikasi nasional, dan bagaimana mereka sampai masuk daftar hitam.
Program ini kabarnya memudahkan pelapor melaporkan debitor yang dianggap mampu membayar utangnya, menurut publikasi.

Baca juga: Inikah Tampilan Modus Gelap di WhatsApp?
Program mini ini merupakan perpanjangan dari sistem kredit sosial China, yang diperkirakan akan memberikan skor pribadi 1,4 miliar warganya pada tahun depan. China Daily mengutip seorang juru bicara dari pengadilan yang mengatakan itu adalah bagian dari langkah-langkah untuk menegakkan hingga menciptakan lingkungan yang kredibel secara sosial.