Untuk mengumpulkan gelombang otak, pengguna memakai headset yang memilki 64 sensor dan memiliki eye tracking yang dapat melacak gerakan mata. Headset terhubung ke komputer yang dicerminkan ke TV.
Samsung awalnya berniat mengaplikasikan teknologi ini ke smartphone, namun akhirnya memutuskan untuk mengadopsinya ke televisi yang memiliki layar lebih lebar.
Selain itu, Martin Kathriner, Head of Public Affair Samsung Swiss mengatakan bahwa setiap rumah pasti memiliki televisi. Ia menambahkan bahwa televisi tersebut juga bisa digunakan sebagai smart home hub yang akan lebih menarik untuk teknologi gelombang otak.
Samsung berencana untuk membuat dua teknologi ini 2019 mendatang. Pengujian akan dimulai di salah satu rumah sakit di Swiss.
“Kami akan mulai mengeksplorasi bagaimana situasinya dan memberitahukan teknologi ini kepada para pasien,” papar Kathriner.

Baca juga: Ponsel Terbaik Harga Rp4 Jutaan di 2018
(Ahmad Luthfi)