Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ponsel Harga Rp2,5 Juta hingga Rp4,5 Juta Melambung di Indonesia

Pernita Hestin Untari , Jurnalis-Jum'at, 23 November 2018 |10:00 WIB
Ponsel Harga Rp2,5 Juta hingga Rp4,5 Juta Melambung di Indonesia
Ilustrasi (Foto: GadgetMatch)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan smartphone di Indonesia dikabarkan masih sangat tinggi antara 3 hingga 6 tahun mendatang. Hal tersebut diakui langsung oleh Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing dan Komunikasi Erajaya, salah satu perusahaan ritel dan distributor elektronik di Indonesia.

Ia mengungkapkan jika pertumbuhan ponsel ini dipengaruhi oleh terbukanya pasar ponsel di Indonesia. “Kalau di luar negeri itu jual smartphone itu carrier atau operator. Kalau operatornya menjual otomatis kan kunci dengan kontrak 12 bulan, 18 bulan, dan 24 bulan. Nah, kalau di Indonesia kan pasar kita lebih banyak pasar untuk pre-paid daripada postpaid. Jadi kalau di Indonesia itu kalau mau ganti handphone bisa kapan saja,” kata pria yang akrab disapa Koko setelah peluncuran Garmin Instinct di Ocha & Bella, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Lebih lanjut, dia mengatakan jika sistem ini cenderung membuat tingkat pergantian tinggi, sehingga pertumbuhan smartphone juga meningkat dari tahun ke tahun.

“Orang tidak terikat, jadi tidak harus nunggu beberapa bulan bisa ganti, itu kan enggak. Kenapa? karena even (bahkan) kita pakai postpaid, nomor saya ada tiga itu postpaid semua, tapi kan kita bisa ganti anytime (setiap waktu) karena bukan sistem kontrak,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan jika pasar smartphone yang paling potensial berada di segmen mid-range. “Di Indonesia pasar paling gemuk adalah segmen Rp2,5 juta sampai Rp4,5 juta itu paling gemuk dan jadi rebutan itu pasti Rp2,5 juta sampai Rp 4,5 juta. Kalau dikecilin lagi Rp4,5 juta sampai Rp 5 juta,” kata Koko.

Ponsel

Baca Juga: 4 Tips Merawat Earphone agar Tidak Cepat Rusak

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement