JAKARTA - Sebuah meteor jatuh di Australia pada Selasa pukul 19.30 waktu setempat. Ukuran dari meteor tersebut pada awalnya sebesar bola basket sebelum akhirnya mengecil dan sebesar kepala tangan saja.
Dilansir dari Stuff.co.nz, ahli Astronomi asal Perth Richard Tonello mengatakan bahwa cahaya meteor tersebut disebabkan oleh material besi dan nikel atau batu yang bergerak menuju atmosfer dengan kecepatan hingga 70.000 km. Ini menghasilkan panas dan gesekan, sehingga menimbulkan cahaya yang terang di langit malam.
Richard juga menambahkan bahwa Bumi kejatuhan serpihan yang berasal dari luar angkasa sekira 28.000 ton setiap tahun, sebagian mendarat di lautan. “Ini adalah pengingat untuk kita bahwa ada hal-hal besar di tata surya, beberapa di antaranya mungkin tidak terdeteksi, yang dapat menimbulkan risiko,” jelasnya.
