JAKARTA – Samsung baru saja meluncurkan produk flagship terbarunya, yakni Galaxy Note 9. Kemudian belum lama ini Samsung Galaxy Tab S4 juga hadir. Melihat hal ini, Samsung tampaknya masih konsisten untuk menghadirkan ponsel untuk pasar premium atau kelas atas. Hal ini, diakui oleh IM Marketing Director Samsung Indonesia, Jo Semidang jika Samsung mendominasi pasar premium di Indonesia.
Terbukti jika vendor raksasa asal Korea tersebut memiliki dominasi market share pasar premium, hingga 70% (untuk produk USD600 ke atas). Hal tersebut juga semacam menjadi trade mark jika Samsung merupakan produk dengan banderol harga yang mahal.
Menjawab hal ini, Jo mengatakan jika dirinya sering melihat beberapa komentar konsumen dimedia sosial yang menjadi jawaban atas hal tersebut “Konsumenbaca juga, ya ada barang ada harga.”
“Kita melihat konsumen itu kan lihat nilainya, worth tidak. Misal, bayar segini dapat apa saja. Jadi, kalau kita (Samsung) tidak menjual barang saja, spesifikasi juga penting. Tapi kita (Samsung) juga menjual purna jualnya juga, seperti service. Karena banyak konsumen juga bilang 'iya beli barang murah tapi kalau rusak gimana, kalau gak dibenerin gimana',” kata dia, saat ditemui di kawasan Centra Park Mall, Jumat (24/8/2018).

Baca Juga: Bisa Main Game Fortnite, Galaxy Note 9 Resmi Dijual di Indonesia
Lebih lanjut, belum lama ini kemunculan game Fornite di Samsung Galaxy Note 9 menjadi perhatian sendiri bagi dunia game dan device. Pasalnya, game tersebut sebelumnya hanya tersedia di platform iOS, terlebih ini menandai debut Fornite di Android.
Ini juga tersedia di beberapa perangkat Android lain. Diantaranya, Asus ROG Phone, Zenfone 4, Honor 10, Honor Play Xiaomi Blackshark, Xiamo Mi 5. Memang game tersebut baru dapat diunggah dalam ponsel-ponsel Android menengah ke atas.
Menilik lebih dalam, hadirnya Fortnite di Galaxy Note 9 diakui oleh Samsung merupakan strategi untuk menyasar pasar gaming. Seperti diketahui, hal berbau gaming serta eSports tengah marak belakangan ini.
Menurut Jo, kolaborasi tersebut merupakan hal baik bagi kedua belah pihak, di mana Samsung ingin menguji fitur ponsel serta Fortnite membutuhkan device yang tepat dengan kapasitas besar.
“Kita emang selalu mencari kolaborasi ya, seperti kemarin kita kerjasama dengan spotify, sekarang Fortnite. Salah satunya itu karena kita punya cooling system yang baru. Kalau biasanya kita main game cepat panas, karena pemakaian yang lama. Jadi dengan cooling sistem ini tidak ada masalah. Jadi lebih seperti saling bantu, terlebih karena kerjasama ini sendiri ada karakter baru, namanya Galaxy,” jelas Jo.

Baca Juga: Samsung Galaxy J2 Pro Core dengan Android Go Dibanderol Murah
Meskipun memiliki strategi tersebut, Jo menegaskan jika produk Samsung Galaxy Note 9 ini tidak hanya diperuntukan untuk gaming saja.
“Kita juga sadar ini kan premium handset. Jadi orang tidak hanya untuk gaming, tapi gaming plus apa lagi, apa lagi,” imbuh dia,
Namun, dia juga tidak menampik jika nantinya Samsung akan melirik untuk memproduksi produk khusus gaming, jika terdapat peluang pasarnya.
"Jujur untuk Indonesia, kita belum menyasar langsung untuk gaming. Tapi kita selalu melihat kebutuhan konsumen, jadi kalau nanti berkembang ada kebutuhan khusus untuk gaming ya mungkin ada pengembangan ke sana. Tapi untuk sekarang belum, kita belum lihat juga. Kita masih general aja,” pungkasnya.

Baca Juga: Google Mengindentifikasi Adanya Game Fortnite Palsu di Android
(Ahmad Luthfi)