JAKARTA - Indonesia akan menjadi salah satu saksi bagi fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) terlama yang diperkirakan muncul pada 28 Juli 2018. Menanggapi hal tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mewaspadai adanya gaya pasang surut air laut yang menjadi dampak gerhana.
"Gerhana bulan total di Indonesia berlangsung dini hari sampai subuh. Tidak ada dampaknya, selain pasang surut maksimum yang biasa terjadi saat purnama," kata Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin kepada Okezone.
Lebih lanjut, hal tersebut juga didukung oleh peneliti LAPAN , Rhorom Priyatikanto mengatakan jika gaya pasang surut dan naik air laut memang biasanya meningkat menjelang gerhana bulan.
"Memang ada kontribusi gaya pasang surut dan naik yang meningkat menjelang bulan purnama atau gerhana besok, Sabtu dini hari. Namun, sebenarnya gaya pasang surut bulan kira-kira hanya 85% dari rata-rata," imbuh Rhorom.
Lebih lanjut, Rhorom menjelaskan jika pasang naik dan surut yang terjadi pada 28 Juli 2018, siklusnya terjadi setiap 12 jam.

Baca Juga: Ini 17 Kota di Dunia yang Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan