Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LAPAN: Gerhana Bulan Total Bukan Penyebab Gelombang Tinggi

Pernita Hestin Untari , Jurnalis-Kamis, 26 Juli 2018 |17:23 WIB
LAPAN: Gerhana Bulan Total Bukan Penyebab Gelombang Tinggi
Gerhana Bulan Total (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Baca Juga: Ini 17 Kota di Dunia yang Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan

Lebih lanjut, Rhorom menjelaskan jika pasang naik dan surut yang terjadi pada 28 Juli 2018, siklusnya terjadi setiap 12 jam. "Jumat nanti, puncak pasang terjadi sekitar tengah malam. Waktu tepatnya bervariasi, bergantung kondisi lokal," ujarnya.

Terkait prediksi terjadinya gelombang pasang surut dan naik, dia mengatakan jika wilayah pesisir di belahan dunia manapun mengalami pasang surut air laut. Namun, untuk besarnya menurut dia akan berbeda dan bervariasi setiap wilayah.

Sebelumnya diketahui dari laman Tide Forecast, jika pasang surut air laut akan terjadi di beberapa wilayah perairan di Indoensia di antaranya Tanjung Priok, Jakarta, Pelabuhan Ratu, Labuan, Indramayu, Karangampel, Bandar Lampung, Cirebon, Astanajapura, Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, Tanjungpandan, Manggar, Semarang, Srandakan, Batang, Pangkal Pinang, dan Tayu.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement