JAKARTA - Toyota Sienta sejak diluncurkan pada 2016, dan hadir mengisi kekosongan segmen model yang ditinggalkan Honda Freed awalnya memang langsung mendapat respons positif. Sayangnya respons positif tersebut menukik tajam.
Bahkan penjualan Sienta sendiri berdasarkan data Gaikindo Periode Januari-April pengiriman pabrik ke diler hanya mencapai 1.571 unit saja. Angka tersebut jauh dengan ekspor periode sama 2018 yang mencapai 2.500 unit.
Bisa dikatakan pamor Toyota Sienta bikinan Indonesia justru lebih moncer penjualannya di luar negeri dibanding pasar lokal tanah air.

Lesunya penjualan Sienta di pasar lokal dinilai Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, karena ketatnya persaingan untuk kendaraan Sienta.