Meski demikian, para peneliti pun mengatakan bahwa lokasi tersebut masih bisa berubah secara mendadak. Pasalnya banyak hal yang akan dapat mempengaruhi lokasi jatuhnya Tiangong-1.
Baca Juga : Menanti Gerhana Bulan Total, Terulangnya Fenomena Langka 152 Tahun Lalu
Akan tetapi, beberapa pihak, termasuk Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Dalam sebuah postingan blog, dia menyatakan bahwa saat masuk ke lapisan atmosfer Bumi, sampah luar angkasa dengan bobot 8,5 juta ton tersebut akan hancur dan terbakar.
“Jadi, masyarakat tidak perlu cemas, namun tetap waspada. Namun demikian, jika masyarakat melihat benda jatuh dari langit jangan disentuh dan segera laporkan,” tegas Thomas. (chn)
(Kemas Irawan Nurrachman)