Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bos Facebook Buka-bukaan Terkait Kebocoran Data

Nur Chandra Laksana , Jurnalis-Kamis, 22 Maret 2018 |16:07 WIB
Bos Facebook Buka-bukaan Terkait Kebocoran Data
Mark Zuckerberg (Sumber : Facebook)
A
A
A

JAKARTA - Selama beberapa hari ini, CEO Facebook Mark Zuckerberg menjadi orang yang paling dicari oleh pengguna Facebook. Hal ini dikarenakan mereka ingin mendapatkan penjelasan dari Zuck -- panggilan akrab Mark Zuckerberg -- terkait masalah kebocoran data yang terjadi di Facebook.

Pada akhirnya, Zuck pun memberikan penjelasan terkait masalah yang terjadi. Dalam sebuah postingan yang diunggahnya melalui akun pribadinya, dia menceritakan secara terbuka terkait masalah ini.

"Kami bertanggungjawab untuk melindungi data Anda, dan jika kami tidak bisa melakukannya maka kami tidak layak melayani Anda. Saya telah berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi dan memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi," jelas Zuck dalam statusnya.

Baca Juga : Ini Risiko Main Tes Kepribadian Sembarangan di Facebook

Zuck pun menambahkan jika pihaknya sebenarnya sudah melakukan pencegahan beberapa tahun lalu agar hal semacam ini tidak terjadi. Namun, pada akhirnya apa yang mereka takutkan terjadi.

“Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah," tambahnya.

Masih di dalam postingan yang sama, Zuck pun menjelaskan kehadiran dari Aleksandr Kogan, seorang peneliti dari Cambridge University. Pada 2013, Kogan membuat sebuah kuis kepribadian berbentuk aplikasi yang membutuhkan login Facebook untuk mengikutinya.

Tak disangka, jumlah unduhan aplikasi bernama thisisyourdigitalife tersebut mencapai 300 ribu. Sayangnya, Kogan melakukan pelanggaran dengan membuat algoritma yang dapat mengintip informasi pengguna Facebook.

Sebenarnya, pihak Facebook telah melakukan tindakan pencegahan kebocoran data pada 2014. Zuck menjelaskan bahwa mereka melakukan hal ini dengan melakukan perombakan platform.

“Kami mengubah keseluruhan platform Facebook untuk membatasi data yang dapat diakses oleh aplikasi dari pihak ketiga. Aplikasi seperti milik Kogan tersebut tidak akan bisa lagi meminta data mengenai teman-teman penggunanya,” jelasnya.

Langkah lainnya yang mereka lakukan adalah mewajibkan pengembang meminta izin dari Facebook. Terutama bagi pengembang yang ingin mengakses beberapa data pengguna yang sekiranya sensitif.

Baca Juga : Pendiri WhatsApp Hapus Akun Facebook

Terakhir, Zuck menyatakan jika pihaknya sudah melakukan pemblokiran akses Cambridge Analytica terhadap data pengguna Facebook. Dia juga mengatakan bahwa telah menerima laporan jika Cambridge Analytica sudah menghapus data tersebut.

Cambridge Analytica juga telah menerima permintaan Facebook untuk melakukan audit forensik melalui firma yang telah ditunjuk oleh Facebook.

"Kami juga bekerjasama dengan sejumlah regulator untuk menginvestigasi apa yang sebenarnya terjadi di sini," pungkasnya. (chn)

https://www.okezone.com/tag/mark-zuckerberg

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement