Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sidik Jari untuk Identifikasi Manusia Sejak 1880

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Senin, 05 Maret 2018 |06:30 WIB
Sidik Jari untuk Identifikasi Manusia Sejak 1880
(Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Sidik jari manusia berbeda-berbeda, keunikan ini menjadi salah satu metode yang kerap digunakan untuk penyelidikan. Dalam buku ‘Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah’, setelah penelitian yang dilakukan oleh Sir Francis Golt, sidik jari (fingerprint) menjadi metode ilmiah identifikasi pada 1880.

Dengan mengandalkan sidik jari, maka membantu pihak kepolisian di seluruh dunia guna mengidentifikasi pelaku tindak pidana. Sebelumnya, perdebatan terjadi mengenai bagaimana kebangkitan manusia yang telah mati dan tulangnya hancur akan diidentifikasi pada hari akhir.

Rupanya sidik jari manusia yang berbeda-beda telah dijelaskan dalam Alquran yang membahas rekonstruksi ujung jari. “Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya. (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna,” Surah Al-Qiyamah Ayat 3-4.

Baca juga: Alquran dan Sains Jelaskan Kesempurnaan Bentuk Manusia

Dijelaskan Harun Yahya, sistem pengkodean dalam sidik jari dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) seperti yang banyak digunakan saat ini. Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement