Dilansir Techspot, Senin (15/1/2018), beberapa iklan menggunakan pop-up scareware yang memperingatkan pengguna bahwa mereka telah terinveksi virus. Tautan yang muncul kemudian mengarahkan pengguna untuk menghapus iklan tersebut.
Namun alih-alih menghapus, tautan itu menggiring pengguna ke aplikasi keamanan yang mencurigakan. Jika pengguna mengunduhnya, masalah akan lebih banyak muncul.
Unsur lain dari Adult Swine yakni menipu korban untuk mendaftar ke layanan premium dan membebankan sejumlah biaya. Hal ini dilakukan melalui pop up lain yang mengklaim dapat membuat penggunanya berkesempatan memenangkan iPhone dengan menjawab beberapa pertanyaan sederhana.
Jika pengguna menyelesaikan kuis itu, mereka akan dimintai nomor telefon untuk menerima hadiahnya. Informasi pengguna sendiri digunakan untuk mendaftar ke layanan premium.
Mayoritas pengguna memang kini banyak memahami iklan palsu di berbagai aplikasi. Namun lain halnya dengan anak-anak yang mudah tertipu hingga mengklik apapun, bahkan memberikan informasi yang diminta.