Baca juga: Canggih! NASA Siapkan 'Mesin Nuklir' untuk Misi Mars
"Air planet kemudian direaksikan dengan batuan untuk membentuk berbagai mineral yang mengandung air. Reaksi ini mengubah mineralogi batuan dan menyebabkan permukaan planet menjadi kering dan tidak ramah terhadap kehidupan," tuturnya.
Wade menjelaskan bahwa proses ini terjadi di Mars, bukan di Bumi, karena Mars jauh lebih kecil dengan profil suhu yang berbeda dan mengandung lebih banyak besi di mantelnya – lapisan geologi antara kerak dan inti dalam. Sifat ini membuat permukaan Mars lebih rentan terhadap reaksi dengan air permukaan dan mampu membentuk mineral yang mengandung air.
"Karena faktor-faktor itulah, kimia geologi planet ini secara alami menyeret air ke dalam mantel, sedangkan pada Bumi batuan yang terhidrasi cenderung mengapung sampai mereka dehidrasi,” jelas Wade, dikutip dari International Business Times, Kamis (21/12/2017).
(Kemas Irawan Nurrachman)