Meski demikian pengguna headset VR Qiyu ternyata bisa melakukan hal lebih jauh yang menyebabkan terjadinya gelombang protes. Mereka bisa meminta Vivi untuk melakukan tarian erotis bahkan bisa memegang bagian payudaranya secara virtual.
Baca juga: Apple Diam-Diam Akuisisi Startup Headset VR Senilai Rp405 Miliar?
Alih-alih menjadi asisten virtual yang memandu penggunanya, Vivi malah dijadikan "sekretaris seksi" di mana penggunanya berperan sebagai bos.
Kebanyakan asisten virtual dari perusahaan besar lainnya memang menggunakan sosok perempuan sebagai default. Meski demikian pemilihan karakter itu tak lepas dari penolakan yang menuduh eksploitasi perempuan.
(Kemas Irawan Nurrachman)