Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melambatnya Rotasi Bumi Dapat Picu Lebih Banyak Gempa

Qonita Chairunnisa , Jurnalis-Rabu, 22 November 2017 |01:01 WIB
Melambatnya Rotasi Bumi Dapat Picu Lebih Banyak Gempa
(Foto: Reuters)
A
A
A

Bilham dan rekannya, Rebecca Bendick, seorang ahli geofisika di Universitas Montana di Missoula, meninjau bahwa rata-rata terdapat 15 gempa Bumi besar per tahun sejak 1900. Namun, dalam periode tertentu, terdapat 25 hingga 35 gempa Bumi lebih besar dari magnitude 7 dalam setahun. Periode tersebut bertepatan pada saat Bumi berputar lebih lambat, yang berarti satu hari akan berjalan lebih lama.

Baca juga: Bangunan Ini Memiliki Desain Khusus Tahan Gempa

Perubahan pada kecepatan rotasi Bumi bisa diakibatkan oleh pola cuaca seperti El Nino, arus laut, dan arus di inti cair Bumi. Bilham mengatakan bahwa ketika aktivitas cairan menjadi cepat, Bumi yang padat harus melambat.

Namun, efek ini kemungkinan hanya akan berdampak pada keretakan yang sudah mengalami tekanan dan berisiko pecah. "Kami tidak memiliki informasi mengenai lokasi gempa yang akan terjadi, kecuali jika terjadi di batas lempeng dunia," kata Bilham.

Amos Nur, sorang ahli geofisika di Universitas Stanford di California berpendapat bahwa saat ini para ilmuwan belum memahami lebih lanjut apa sebenarnya yang memicu gempa Bumi dan belum bisa memprediksi gempa. Meskipun begitu, terdapat beberapa cara untuk memvalidasi penelitian tersebut. Demikian dinukil dari Live Science, Selasa (21/11/2017).

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement