JAKARTA - Saat seekor katak menangkap mangsanya, ia tidak menutup matanya ketika sedang menikmati santapan lezat itu. Namun, ia menggunakan matanya untuk membantunya menelan seluruh makanannya.
Katak harus mencoba beberapa kali agar makanan tersebut tertelan sehingga ia akan terlihat sering berkedip untuk membantu makanan tersebut turun. Dilansir dari Animals.mom.me, Kamis (16/11/2017), berikut penjelasannya.
Otot Menelan Primer
Lidah katak yang panjang dan cepat tidak hanya mahir menangkap serangga dalam sekejap. Lidah katak juga merupakan otot primer yang berguna untuk menekan makanan ke tenggorokannya.
Baca juga: Seram! Katak Raksasa Ternyata Menyantap Dinosaurus, Kok Bisa?
Katak tidak memiliki gigi sehingga ia tidak bisa mengunyah santapannya menjadi potongan kecil. Oleh karena itu, ia memakan makanannya secara keseluruhan.
Proses Terjadi
Sebagian besar hewan memiliki mata yang terdapat pada rongga yang bertulang, atau pada tulang terbuka yang melingkar yang mampu menopangnya. Rongga ini melindungi otot yang menahan mata agar selalu di tempatnya dan membantu mata untuk bergerak.
Baca juga: Berbahaya! Katak Jenis Ini Memiliki Racun Mematikan
Katak tidak memiliki rongga tulang tersebut. Sebagai gantinya, katak memiliki selaput tipis yang memisahkan mata dan bagian atas mulutnya.
Selaput ini cukup kuat untuk menopang mata pada tempatnya, tetapi juga cukup fleksibel untuk melengkung ke dalam mulut sesuai kebutuhan. Selaput inilah yang menyentuh makanan, bukan mata.
Mata yang Bekerja
Agar makanan dapat bergerak, katak menutup mata mereka dan mendorongnya ke bawah menggunakan kelopak mata. Dengan begitu, makanan akan tertekan di mulut mereka sehingga mangsanya tertahan lalu lidah bisa mengalihkannya ke belakang dan juga bisa mendorongnya ke bawah agar makanan turun ke tenggorokan.
Baca juga: Menyeramkan! Arkeolog Temukan Guci Berisi Tulang Katak Tanpa Kepala
Cara Lain Menelan
Katak memiliki cara lain untuk membantunya mendesak santapan ke tenggorokan sampai tertelan ke perut mereka. Saat katak mulai menelan, ia seringkali mengangkat hidungnya dan meregangkan kepalanya ke atas. Itu akan menahan posisi tenggorokan pada sudut yang lebih curam sehingga memungkinkan makanannya meluncur lebih mudah.
Semua proses tersebut terjadi sekaligus. Saat ia mengangkat kepalanya, lidahnya akan mendorong makanannya ke belakang, lalu ke bawah dengan matanya, untuk menggiring makanannya hingga ke tenggorokan.
(Ahmad Luthfi)