JAKARTA - Zepelin adalah balon udara yang berbentuk lonjong serta dapat terbang secara terarah. Balon ini dikendalikan dengan kemudi dan mesin yang membuatnya dapat mengapung di udara.
Balon udara ini diberi nama sesuai dengan penemunya yakni Ferdinand Adolf Heinrich August von Zeppelin. Ia adalah seorang ahli aeronautika asal Jerman yang berhasil menerbangkannya pertama kali pada 2 Juli 1900 yang dinamakan Luftschiffbau (Airship) Zeppelin.
Zepelin dioperasikan oleh Deutsche Luftschiffahrts-AG (DELAG). Ini adalah penerbangan komersil pertama yang melayani jadwal penerbangan terjadwal sebelum terjadinya Perang Dunia I.
Setelah Perang Dunia I pecah pada 1914, Jerman kemudian memanfaatkan Zepelin untuk pesawat tempur yang digunakan sebagai pengebom dan pengintai.
Ketika Jerman kalah perang pada tahun 1918, Perjanjian Versailles mengharuskan setiap zeppelin diserahkan ke pasukan sekutu dan menyerukan Jerman untuk menghentikan produksi pesawat.
Sebelum perang berakhir, Ferdinand von Zeppelin meninggal dan mewariskan kendali perusahaan kepada Dr. Hugo Eckener.
Meskipun dibatasi oleh perjanjian setelah Perang Dunia I, Eckener ingin segera membangun kembali hubungan dengan DELAG dan membangkitkan kembali penerbangan komersial dengan zepelin.
Puncak kejayaan zeppelin berjalan pada tahun 1930-an ketika kapal terbang LZ 127 Graf Zeppelin dan LZ 129 Hindenburg mengoperasikan penerbangan trans-Atlantik dari Jerman ke Amerika Utara dan Brasil.
Luftschiffbau Zeppelin memperoleh kemajuan selama dekade berikutnya. Sayangnya, wahana udara terbesar andalan mereka, Hindenburg, meledak saat mengunjungi Amerika Serikat pada penerbangan transatlantik di tahun 1936.
Meski demikian Hindenburg tetap menjadi wahana udara terbesar yang pernah mengudara dengan ukuran sebanding dengan kapal Titanic yang karam.
(Kemas Irawan Nurrachman)