Lebih detil lagi, panjang bemo ini 2.540 milimeter, lebar 1.200 mm, dan tinggi 1.500 mm. Berat totalnya 300 kilogram, dilengkapi dengan mesin berkapasitas 249 cc. Pada tahun pertama diluncurkan, unit itu dihargai 230 Yen.
(Baca juga: Sedan Daihatsu Batal Mengaspal di Indonesia, Lho Kok Bisa?)
Jika dibandingkan dengan bemo yang beroperasi sekarang di Jakarta, fisiknya sedikit berbeda. Sebab bagian belakang bemo di Jakarta telah dimodifikasi menjadi ruang beratap untuk penumpang.
Namun kini sudah susah mencarinya, sebab unitnya di Tanah Air semakin hari semakin sedikit. Yang tersisa tampak keropos seperti besi tua yang sebentar lagi menjadi kenangan dan meninggalkan jejak sejarah. Itulah kisah angkutan umum berjuluk Helikopter Bandar. (san)
(Dian AF)