Advertisement
Advertisement

Masya Allah, Fenomena Kekeringan di Bumi Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Jum'at, 27 Oktober 2017 |06:01 WIB
Masya Allah, Fenomena Kekeringan di Bumi Dijelaskan dalam Alquran dan Sains
(Foto: Reuters)
A
A
A

Salah satu peristiwa kekeringan yang diceritakan di dalam Alquran adalah yang terjadi ketika Nabi Yusuf sedang berada di Mesir. Kekeringan yang terjadi pada masa Nabi Yusuf bukanlah kejadian yang lazim terjadi, karena terjadi selama 7 tahun berturut-turut.

Bahkan kekeringan tersebut tidak saja melanda Mesir, tetapi sampai pula di Palestina, tempat ayah Nabi Yusuf, Nabi Yakub, menetap sebelum akhirnya bermigrasi ke Mesir. Sumber air Mesir berasal dari Sungai Nil yang mata airnya sangat jauh di selatan.

"(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya". Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur," Surah Yusuf Ayat 46-49.

Dewasa ini, siklus kekeringan yang dipengaruhi oleh mekanisme iklim global, yaitu ENSO (El Nino South Oscillation) di Samudra Pasifik dan IOD di Samudera Hindia, memang terjadi dalam periode perulangan rata-rata selama 7 tahun.

Pada periode perulangan tersebut lazimya hanya terjadi satu kali tahun kering yang berat, dan umumnya disusul oleh satu tahun basah (La Nina), bukannya 7 tahun kering secara terus-menerus.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement