Pada umumnya curah hujan di suatu tempat dipengaruhi oleh dua hal, jumlah uap air di udara dan daya dorong yang menyebabkan gerak naik kelembapan tersebut. Jika salah satu dari keduanya berkurang, terjadilah kekeringan.
Keadaan ini umumnya dipicu oleh berkurangnya perbedaan tekanan udara dan peredaran angin di darat, sedangkan berkurangnya penguapan air di laut lebih jarang terjadi. Siklus interaksi kondisi atmosferik dan oseanik, seperti halnya El Nino (ENSO) menyebabkan kekeringan terjadi secara periodik, utamanya di daerah-daerah sekitar samudra pasifik.
Baca juga: Subhanallah, Air sebagai Kebutuhan Vital Manusia dalam Penjelasan Alquran dan Sains
Aktivitas manusia dapat secara langsung memicu kekeringan, seperti irigasi besar-besaran dan intensifikasi pertanian dalam skala luas, pembalakan hutan dan erosi yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kemampuan lahan untuk menangkap dan menahan air.
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu," Surah Al-Hadid Ayat 20.