Kutu tidak dapat hidup tanpa adanya manusia yang memakai pakaian, termasuk pakaian dari kulit atau berbahan katun. Panas tubuh manusia menjadi salah satu unsur habitat dari kutu dan darah sebagai makanannya.
Gigitan kutu dapat mudah diidentifikasi seperti munculnya rasa gatal yang terus menerus, luka pada kulit akibat garukan, dan timbulnya infeksi pada kulit berupa bercak merah. Selain itu kutu juga dapat mengakibatkan dampak lebih parah lagi hingga menimbulkan tifus dan demam.
Dengan menurunkan kutu sebagai azab bagi penduduk Mesi pada zaman Nabi Musa, Allah hendak memberikan pelajaran penting bagi manusia. Mereka harus memperhatikan aspek kebersihan baik itu dalam berpakaian maupun saat tidur dengan mengenakan kasur yang bersih.
(Kemas Irawan Nurrachman)