WASHINGTON - Seperti pohon tua di hutan, ikan tua di laut juga memainkan peran penting dalam keragaman dan stabilitas ekosistem di laut. Secara kritis, semakin panjang umur ikan yang hidup, maka semakin besar kemungkinan untuk bereproduksi sepanjang hidupnya dan hal itu sangat penting dalam kondisi lingkungan yang bervariasi.
Dilansir dari Sciencealert, Senin (18/9/2017), sebuah studi baru oleh ilmuwan dari University of Washington telah menemukan fakta bawah lusinan populasi ikan tua di seluruh dunia sangat terkuras terutama akibat pemancingan yang dilakukan warga. Studi tersebut adalah studi pertama yang melaporkan bahwa ikan tua hilang di banyak populasi di seluruh dunia.
“Dari perspektif kami, stuktur usia yang lama memberi lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan kombinasi yang tepat mengenai kapan dan di mana harus bereproduksi,” ungkap pempimpin studi Lewis Barneet, peneliti postdoctoral UW di School of Aquatic and Fishery Science dan Joint Institute for the studi Atmosphere and Ocean.
Dalam bidang kehutanan, sebuah peternakan pohon dengan usia pohon 20 tahun sangat sehat dan produktif. Pohon raksasa dan tua memiliki sifat unik yang mendukung sejumlah spesies hewan dan tumbuhan lainnya dalam menghasilkan ekosistem yang lebih beragam dan tangguh, hal tersebut berlaku juga dalam bidang kelautan.
Barnett mengatakan kompleksitas usia yang lebih banyak di antara spesies lainnya dapat berkontribusi terhadap stabilitas keseluruhan sebuah komunitas. Penandaan ‘ikan tua’ sangat bervariasi dari spesies ke spesies lainnya tergantung pada sejarah kehidupannya.